Log in
idzh-CNen

Kisah Bhikkhu Assaji dan Punabbasuka

VI.2 Kisah Bhikkhu Assaji dan Punabbasuka
Syair 77



Bhikkhu Assaji dan Punabbasuka bersama dengan lima ratus orang muridnya tinggal di desa Kitagiri. Ketika bertempat tinggal di desa itu, mereka memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara menanam bunga dan pohon buah-buahan untuk kepentingan mereka.
Jadi mereka melanggar peraturan dasar bagi kehidupan para bhikkhu.
Setelah Sang Buddha mendengar hal itu, Beliau mengirimkan dua orang siswa Utama-Nya, Sariputta dan Maha Moggallana, untuk menghentikan perbuatan mereka yang tidak patut.
Kepada kedua siswa utama-Nya, Sang Buddha berkata, “Katakan kepada para bhikkhu itu, jangan merusak keyakinan dan kemurahan hati umat awam dengan perbuatan yang tidak patut. Jika mereka tidak patuh, paksalah mereka untuk keluar dari vihara, jangan ragu-ragu untuk melakukan seperti apa yang telah Saya katakan kepadamu. Hanya orang bodoh yang tidak menyukai orang yang memberikan nasehat baik dan melarang berbuat jahat.”
Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 77 berikut:
Sebaiknya seseorang menasehati, memberi petunjuk dan mencegah agar temannya tidak berbuat jahat. Orang seperti itu akan disayangi oleh orang baik dan tidak disenangi oleh orang jahat.

Banner 468 x 60 px